09 Agustus 2009

Arti dan Ciri Tangisan Bayi

Assalamualaikum Wr.wb, met ketemu lagi ama de isa neh, Alhamdulillah setelah membaca tulisan sebelumnya, aku sudah mulai lancar BAB neh, resepnya sederhana lebih banyak makanan serat, aku diberi jus pepaya, jus apel dan minum yang cukup.
Beralih ke hal lain, akhir-akhir ini aku kalo malam aku agak rewel sering nangis, aku kasihan sama mamaku soalnya tidurnya jadi keganggu, tapi gimana lagi aku khan bisanya cuma nangis hehehe. Biasanya aku nangis kalo aku lapar, haus, bosan de el el. Nah kalo pingin tahu macam-macam tangisan bayi dan penyebabnya coba ikutin penjelasan berikut ya......

Dalam buku "Your Child's Body Language", Dr Richard Woolfson menjelaskan bahwa tangisan bayi mempunyai arti berbeda-beda. Setiap jenis tangisan mengomunikasikan pesan tersendiri untuk ayah-ibunya. Di bawah ini beberapa contoh tangisan bayi dan cara mengatasinya.

Tangisan "Aku Ingin Menyusu!"

Bayi Anda akan mulai menangis jika lapar. Tangisannya akan berulang-ulang. Pertama, ia menangis lalu berhenti sejenak untuk mengambil napas, menangis lagi, berhenti sejenak untuk mengambil nafas, demikian seterusnya. Susui bayi hingga kenyang. Atau, jangan-jangan memang sudah waktunya makan?

Tangisan "Popokku Kotor!"

Bayi lebih suka popoknya bersih dan kering. Jika popoknya basah ia akan menangis karena merasa tidak berada dalam keadaan yang nyaman. Tangisan "pengumuman popokku kotor" biasanya perlahan, kemudian makin keras dan makin keras. Anda juga bisa memperhatikan bahwa ia bergeliut-geliut di tempat tidurnya. Segera periksa popoknya, ia barangkali memerlukan popok baru.

Tangisan "Badanku Sakit!"

Semua bayi menangis jika ia merasa sakit. Tangisan jenis ini adalah tangisan bernada tinggi, hampir seperti jeritan, kemudian ia terengah-engah pada saat menarik nafas, lalu menjerit lagi. Cobalah temukan apa yang membuatnya kesakitan. Pegang perutnya, jangan-jangan kejang. Goyang-goyang tangan, kaki atau leher dan kepalanya. Jika ia menjerit lebih keras ketika menggoyang bagian tertentu, mungkin ada yang sakit karena terjatuh tanpa sepengetahuan Anda. Kompreslah bagian yang sakit dengan air hangat.

Tangisan "Aku Bosan!"

Bayi selalu memerlukan stimulasi dan akan timbul bosan jika ia tidak memperolehnya, atau bahkan bosan dengan satu aktivitas saja. Tangisan jenis ini dirancang untuk mendapat perhatian Anda. Makanya, tangisan ini lebih mirip teriakan ketimbang tangisan. Dan, ia akan tetap menangis seperti ini selama ia merasa bosan. Ganti aktivitasnya. Misalnya temani bayi bermain, menyenandungkan nyanyian, membacakan cerita atau bisa juga ajak jalan-jalan.

Tangisan Minta Gendong

Bayi Anda akan menjadi cengeng jika lelah, walaupun ia mungkin tidak ingin tidur. Ia akan merengek dengan menjengkelkan. Kepalanya mungkin terangguk-angguk untuk beberapa detik, dan mungkin Anda melihat bahwa ia menggosok-gosokkan tangannya pada mata serta wajahnya. Ayunlah ia perlahan-lahan sampai akhirnya tertidur lelap.

Tangisan Kesepian

Bayi Anda senang bergaul. Ia ingin Anda selalu berada di sisinya. Jika merasa kesepian, tangisannya akan terdengar menyedihkan. Seakan ia tengah sedih atau marah. Luangkan waktu bersamanya paling tidak sampai ia tenang. Jika Anda perlu menyelesaikan sesuatu, gendonglah ia sampai tenang, kemudian lanjutkan pekerjaan Anda bersamanya di sisi Anda.

Sumber: Okezone

Terusin......

08 Agustus 2009

Aku Susah Buang Air Besar (BAB)

Assalamua'laikum Wr.Wb, Alhamdulillah saat ini Aku sudah bisa menyesuaikan diri dengan pola makan yang baru. Setiap hari aku diberi Mama Biscuit Milna yang dicairkan divariasikan dengan yang lainnya termasuk buah-buahan contohnya pepaya. Namun saat ini aku sedang mengalami kesulitan Buang Air Besar (BAB), BAB ku agak susah seringkali aku menangis karena susah banget keluarnya. Mamaku langsung memberi aku pepaya yang sudah dijus supaya BAB kulancar. Mudah-mudahan selanjutnya akan lancar. Buat orang tua yang mengalami hal yang sama, di bawah ini ada sedikit penjelasan mengenai kesulitan buang air besar pada bayi..kita bacak yukkk....

Susah buang air besar (konstipasi) adalah gangguan yang kerap terjadi pada bayi. Gejalanya, selain sulit buang air besar, adalah tinja keras, nyeri di daerah anus, bahkan keluar darah segar akibat perlukaan anus.

Menurut definisi, konstipasi adalah kesulitan buang air besar selama dua minggu atau lebih. Tetapi, pada bayi yang mengkonsumsi susu formula, buang air besar yang keras 2 – 4 hari sekali sudah dianggap konstipasi. Lain halnya pada bayi yang mengkonsumsi ASI, walaupun buang air besarnya 2 – 5 hari sekali (asal konsistensi tinjanya lembek), tidak dianggap konstipasi.

Beberapa hal yang menjadi biang keladi sulit BAB pada bayi adalah :
1. Asupan (intake) cairan kurang, sehingga timbul dehidrasi.
2. Susu formula dengan kadar zat besi tinggi.
3. Susu formula dengan kandungan lemak nabati misalnya kelapa sawit.
4. Pembuatan susu formula terlalu pekat.
5. Pola makan yang tidak seimbang, yaitu lebih banyak konsumsi lemak, karbohidrat, dan kurang makanan yang mengandung serat.
6. Perubahan pola makan, seperti saat bayi diperkenalkan dengan makanan padat.

Untuk mencegah atau mengatasi sulit BAB pada bayi, beberapa langkah dapat ditempuh, antara lain :
1. Bayi 0 – 6 bulan sebaiknya hanya diberikan ASI (ASI Eksklusif). ASI sangat jarang menyebabkan konstipasi, karena zat yang dikandung ASI lebih mudah dicerna. Selain itu bayi yang mendapatkan ASI mempunyai beberapa jenis bakteri di usus besarnya yang membantu mengurai protein susu yang sulit dicerna. Bayi yang mendapatkan ASI juga mempunyai kadar hormon motilin (hormon yang membantu pergerakan usus) lebih tinggi.
2. Bagi bayi di atas 6 bulan, berikan sayur dan buah-buahan. Serat yang dikandung bahan tersebut membantu melunakkan dan memperlancar buang air besar. Makanan tersebut dapat disajikan dalam bentuk jus, seperti jus buah pear / apel (mengandung sorbitol), atau jus pepaya. Untuk sementara waktu, hindari pemberian pisang atau wortel.
3. Jika bayi mendapat susu formula, periksa kembali takaran pengencerannya dan zat yang dikandungnya. Jika perlu ganti dengan susu merk lain yang lebih cocok.
4. Pijat perut bayi dengan perlahan, boleh menggunakan baby oil. Pijatan dimulai dari pusat ke arah luar, dengan gerakan melingkar searah jarum jam.
5. Baringkan bayi, kemudian gerakkan kakinya dengan gerakan mengayuh sepeda.
6. Mandikan bayi dengan air hangat agar bayi lebih rileks sehingga tinja lebih mudah keluar.
7. Bila bayi terlihat nyeri pada anus saat BAB, dapat diberikan Microlax atau vaselin di anus.

Jika bayi masih kesulitan buang air besar, silakan bawa ke pusat layanan kesehatan. Susah buang air besar yang lama bisa jadi gejala dari penyakit tertentu seperti Morbus Hirschsprung (kelumpuhan sebagian segmen usus), fibrosis kistik, atau hipotiroidisme.

tips ini dicuplik dari Warta Medika

Terusin......

05 Agustus 2009

Menu Makanan Bayi 6 Bulan

Mama, Ayah, Eyang, Bi Endah dan lainnya kelihatan senannng sekali, soalnya aku sudah mulai merasakan nikmatnya makan. Aku makan lahap sekali sampai belepotan hehehe. Aktivitas setiap harinya sekarang berbeda, pagi-pagi udah siap makan, menu seperti biasa tim beras merah dicampur Susu Formula, ditambah lain-lainnya. Pokoknya enak deh, nah sebelum Mamah berangkat ke kantor, aku minum ASI. jadi tidurku nyenyak sekali. Tiap kali makan mamah atau eyang suka mengkombinasikan menu nya jadi aku tidak bosan. Sementara ini aku belum tau menunya.

Oh ya aku punya sedikit tips buat orang tua yang punya bayi umur 6 bulan-12 bulan, bisa dibaca di bawah ini :
Anjuran pemberian makan Bayi Usia 6 Bulan
- Beri ASI setiap kali bayi menginginkan.
- Tambahkan telur / ayam / ikan / tempe / tahu / daging sapi / wortel / bayam / kacang hijau / santan / minyak pada bubur nasi.
- Beri bubur nasi 3 kali sehari. Setiap kali makan diberikan sesuai umur:
- 6 bulan: 6 sendok makan
- 7 bulan: 7 sendok makan
- 8 bulan: 8 sendok makan
- 9 bulan: 9 sendok makan
- 10 bulan: 10 sendok makan
- 11 bulan: 11 sendok makan
- Beri makanan selingan 2 kali sehari di antara waktu makan, seperti bubur kacang hijau, pisang, biscuit, nagasari, dsb.
- Beri buah - buahan atau sari buah.
- Ajari bayi makan sendiri menggunakan piring dan sendok.

Anjuran rangsangan perkembangan:
- Bantu dan latih bayi duduk.
- Ajari bayi bermain CI LUK BA.
- Beri bayi biscuit dan ajari cara memegang biscuit.
- Main dengan bayi, ajari menjimpit benda kecil menggunakan dua jari.
- Latih bayi berjalan berpegangan.
- Ajak bayi bicara sesering mungkin.
- Latih bayi menirukan kata - kata "ma.. ma.. pa.. pa.."
- Bantu bayi berdiri.
- Jika sudah bisa berdiri, Bantu dan latih bayi berjalan berpegangan.
- Beri bayi mainan yang bersih dan aman untuk bermain dan dipukul.

Pada umur 9 bulan bayi bisa:
- Duduk sendiri
- Mengucapkan "ma.. ma.. da.. da.."
- Senang bermain sendiri dan bertepuk tangan
- Memegang biscuit

Pada umur 12 bulan bayi bisa:
- Bermain CI LUK BA
- Menjimpit benda kecil
- Meniru kata sederhana "papa, dada"
- Berdiri dan jalan berpegangan

Bayi belajar dengan cara melihat, meraba, merasa, meniru serta mencoba.
Ajak bayi bermain. Dampingi bayi jika perlu bantuan ibu.

Periksakan kesehatan sedikitnya 2 kali:
- Tanyakan ke petugas jika perkembangan bayi agak lambat.
- Minta nasihat tentang:
- Cara pemberian makanan pendamping ASI.
- Cara merangsang perkembangan bayi.

sumber : http://www.bidanindonesia.org

Terusin......

02 Agustus 2009

Alhamdulillah Hari Pertama Aku Makan

Hari Minggu tanggal 02 Agustus 2009, momen yang ggak akan aku lupakan. Soalnya pertama kali aku mencicipi makanan ya tanggal itu. Meskipun aku sebelumnya suka menggigit mainan atau boneka ternyata aku agak susah (buat pertama kali) untuk makan. Belum adaptasi kali aja neh. Aku sampai nangis waktu dikasih makan. Tahu ggak menunya apa ? Beras merah (bukan instan) terus ditambah susu, tapi susunya bukan susu sapi soalnya kata ibu dokter aku alergi sama susu sapi...hmm jadi lumayan neh pengeluaran ortu buat beli susu kedelai. Mama ku beli yang Nutrilon Soya 400 gram produk dari Nutricia. Mungkin aku butuh adaptasi untuk makan semoga aku ggak rewel lagi, kasihan mama ama ayah yang udah beliin makanan ku.

Foto-foto lainnya neh :






Terusin......

01 Agustus 2009

Data Kesehatan Raisa Selama 6 Bulan

Saat aku posting tulisan ini, usiaku tinggal 2 hari lagi mencapai 6 bulan. 2 Hari lagi aku udah bisa makan neh. Selain ASI aku juga nanti bisa makan bubur bayi, wuih senengnya aku...
Makasih ya mah udah sabar ngasih aku ASI ekslusif, walaupun kadang-kadang dicampur ama air beras (tajen) hehehe.Selama 6 bulan ini, aku pengen merekap statistik kondisi badan aku dan juga apa aja yang udah dikerjakan. Aku coba bandingkan dengan kondisi yang idealnya jadi ketahuan aku sehat apa ggak...badan endut begini ya pasti sehat ya hehehehe

Aku mulai dari Imunisasi dulu ya,ini catatan Imunisasiku dengan patokan Jadwal Imunisasi dari Buku Kesehatan Ibu dan Anak.

Umur Jenis Imunisasi Tanggal Imunisasi Aku Umur Aku Berat Badan
0-7 Hari Hepatitis B1 03 Februari 2009 0 Hari 3,28 Kg
1 Bulan BCG 16 Maret 2009 1 Bulan 3,8 Kg
2 Bulan Hepatitis B2, 03 April 2009 2 Bulan 4,7 Kg

DPT 1, Polio 1


3 Bulan Hepatitis B3, 03 Mei 2009 3 Bulan 5,3 Kg

DPT 2, Polio 2


4 Bulan DPT 3, Polio 3 03 Juni 2009 4 Bulan 6,2 Kg



5 Bulan 6,8 Kg



6 Bulan 7,5 Kg
9 Bulan Campak, Polio 4 Belum


Alhamdulillah aku udah menjalankan semua imunisasi yang diwajibkan. Tinggal 1 lagi yaitu saat nanti aku umur 9 bulan. Salah satu indikator sehat tidaknya aku, dilihat juga dari berat badan, nah bisa diliat juga di tabelnya berat badan aku dari lahir sampai usia sekarang. Kalau di lihat di Kartu Menuju Sehat (KMS) maka aku diartikan Anak Sehat, Alhamdulillah. Makasih ya ama semuanya....

Terusin......

  © Blogger template 'SimpleBlue' by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP